{"id":15,"date":"2014-04-07T19:15:00","date_gmt":"2014-04-07T19:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/2014\/04\/07\/ketahanan-usaha-keripik-tempe-sanan-kota-malang-dalam-menghadapi-melemahnya-kurs-rupiah\/"},"modified":"2014-04-07T19:15:00","modified_gmt":"2014-04-07T19:15:00","slug":"ketahanan-usaha-keripik-tempe-sanan-kota-malang-dalam-menghadapi-melemahnya-kurs-rupiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/2014\/04\/07\/ketahanan-usaha-keripik-tempe-sanan-kota-malang-dalam-menghadapi-melemahnya-kurs-rupiah\/","title":{"rendered":"Ketahanan Usaha Keripik Tempe Sanan Kota Malang dalam Menghadapi Melemahnya Kurs Rupiah"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-xH_hFPWTtjc\/U0L4DoUBZFI\/AAAAAAAAATA\/ZmXcpFPH7N4\/s1600\/sentra-industri-tempe-sanan.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-xH_hFPWTtjc\/U0L4DoUBZFI\/AAAAAAAAATA\/ZmXcpFPH7N4\/s1600\/sentra-industri-tempe-sanan.jpg\" height=\"265\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Pendahuluan<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM merupakan sebuah istilah yang  mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak  Rp200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan  merupakan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI No.  99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: \u201cKegiatan ekonomi rakyat  yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan  kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan  usaha yang tidak sehat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Indonesia merupakan salah  satu prioritas dalam pembangunan ekonomi. Hal ini selain karena usaha  tersebut merupakan tulang punggung sistem ekonomi kerakyatan yang tidak  hanya ditujukkan untuk mengurangi masalah kesenjangan&nbsp; antar golongan  pendapatan dan antar pelaku usaha, ataupun pengentasan kemiskinan dan  penyerapan tenaga kerja. Lebih dari itu, pengembangannya mampu  memperluas basis ekonomi dan daapat memberikan kontribusi yang  signifikan dalam mempercepat perubahan struktural. Yaitu meningkatknya  perekonomian&nbsp; daerah dan ketahanan ekonomi nasional. Hal ini dapat  dibuktikan secara empiris dimana saat periode krisis ekonomi kemarin,  ketika begitu banyak perusahaan-perusahaan besar yang tumbang dan  melakukan PHK dalam jumlah yang besar, UMKM mampu survive dari kondisi  tersebut (Ni Putu, 2006:2).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dilihat&nbsp; dari segi pemberdayaan masyarakat, peran Usaha Kecil dan  Menengah tidak perlu diragukan lagi. Eksistensi UKM dalam menghadapi  crisis 1997 telah berubah menjadi solusi \u201cdunia kerja baru\u201d yang  fleksibel bagi semua lapisan masyarakat, secara tidak langsung disinilah  terjadi proses pemberdayaan masyarakat hal ini dikarenakan&nbsp; UKM  berorientasi ke masyarakat&nbsp; dimana membantu dalam mengembangkan diri  atas dasar inovasi-inovasi yang ada, menempatkannya secara  partisipatoris, dan pendekatannya lebih tersepesialisasi pada kebutuhan  masyarakat, baik dalam bentuk layanan individu maupun kelompok (Sikhodze  : 1999).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Adapun bentuk pemberdayaan masyarakat melalui UKM keripik tempe yang  sudah tak terhitung jumlahnya di negeri ini. Salah satu contoh  konkretnya adalah UKM <a href=\"http:\/\/www.sanantempe.com\/2014\/03\/15\/keripik-tempe-khas-malang-yang-terbaik-tetap-dari-sanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Keripik Tempe Sanan<\/a> yang sebagian besar warganya  sebagai pengusahakripik tempe. Masuk melalui gapura tersebut, kita akan  mendapati kios-kios lainyang berjajar di sepanjang jalan. Kios-kios  dengan berbagai nama ini khusus <a href=\"http:\/\/www.sanantempe.com\/2014\/03\/15\/keripik-tempe-khas-malang-yang-terbaik-tetap-dari-sanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menjual keripik tempe<\/a>. Masuk ke beberapa  gang kecil di kanan atau kiri jalan, hamparan kios keripik tempe memang  tak lagi menghadang. Pemandangan akan&nbsp;berubah menjadi hamparan  rumah-rumah biasa yang sekaligus menjadi tempat&nbsp;<a href=\"http:\/\/www.sanantempe.com\/2014\/03\/15\/keripik-tempe-khas-malang-yang-terbaik-tetap-dari-sanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">produksi keripik tempe<\/a>  maupun produksi tempe.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Sentra Keripik Sanan, Malang<br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.sanantempe.com\/2014\/03\/15\/keripik-tempe-khas-malang-yang-terbaik-tetap-dari-sanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sentra keripik tempe Sanan<\/a>, Malang, dalam beberapa tahun telah  berkembang dengan pesat. Jika di awal tahun 2000 hanya ada beberapa  perajin keripik tempe,sekarang jumlah perajin bertambah berlipat-lipat.  Bahkan jumlah produsen keripik&nbsp;tempe saat ini telah mencapai sekitar 40%  dari jumlah penduduk kampung Sanan.Dilihat dari sisi keberhasilan dalam  memberdayakan masyarakat Sanan, khususnya dari&nbsp;penyerapan ketenagakerja  maka hal ini semakin terwujud terutama mengatasi angka&nbsp;pengangguran di  Malang. Sebagai contoh, menurut data di RW 15 terdapat 184 pembuat tempe  dengan melibatkan 193 tenaga kerja, 46 pembuat dan penjual kripik  tempe dengan melibatkan 210 tenaga kerja, dan 46 peternak sapi dengan  melibatkan 79 tenagakerja. Sedangkan di RW 16 terdapat 98 pembuat tempe  dengan melibatkan 97 tenagakerja, 11 pembuat dan penjual kripik tempe  dengan melibatkan 51 tenaga kerja, dan 17&nbsp;peternak sapi dengan  melibatkan 29 tenaga kerja.Apabila jumlah produsen keripik tempe di  Sanan terus mengalami peningkatanmaka secara perlahan kemajuan negara  pun bisa tercapai seperti pendapat DavidMcClelland yaitu jika terdapat  wirausahawan sedikitnya sebanyak 2% dari jumlah&nbsp;penduduk, maka negara  itu akan maju. Dengan 2% penduduk yang berprofesi sebagaiwirausaha dapat  menampung tenaga kerja, juga dapat menciptakan kesejahteraanmasyarakat  secara luas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun ditengah kemajuan sentra <a href=\"http:\/\/www.sanantempe.com\/2014\/03\/15\/keripik-tempe-khas-malang-yang-terbaik-tetap-dari-sanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">usaha keripik tempe sanan<\/a>, bulan Juli  2013, dengan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat  berdampak besar terhadap Usaha Kripik Sanan kota Malang. hal ini diakui  oleh Ketua Primkopti Bangkit Usaha Sanan Chairul Anwar &nbsp;,\u201d omzet tempe  Sanan beberapa pekan terakhir ini mengalami penurunan hingga lima ton  dari 15 ton per hari\u201d(kompas, 26\/08\/2013). Menurutnya Kenaikan harga  kedelai sekarang ini benar-benar di luar kewajaran. Harga sekarang  melebihi harga tertinggi tahun 1998. Saat itu harga kedelai mencapai  Rp7.050 per kg dan sekarang hampir menembus angka Rp9.000 per kg,\u201d  katanya. Kedelai yang menjadi bahan baku tempe dan tahu pada umumnya  diimpor dari Amerika dan negara-negara di Asia karena kedelai lokal  masih belum mampu memenuhi kebutuhan, bahkan kadang-kadang kedelai lokal  kosong di pasaran. .&nbsp;\u201cSaat ini kurs rupiah yang sedang anjlok, kedelai  pun di koperasi masih ada, tapi kualitas semakin rendah dan harga  semakin tinggi,\u201d ujar Choirul Anwar. Pengadaan kedelai didatangkan dari&nbsp;  kota Malang dan Surabaya. Koperasi tersebut sebenarnya sudah memilih  harga yang paling rendah di pasaran, sehingga bisa menjual ke anggota  dan koperasi ini masih bisa bertahan.&nbsp; Menurut Choirul, harga kedelai  saat ini Rp 9150 \u2013 9300 per kg tergantung merk masing-masing per karung.  Harga yang&nbsp; normal dan pasar juga menerima dan koperasi bisa mendapat  untung, berkisar Rp 6000 \u2013 Rp 7000. Harga tersebut sebelum lebaran  setelah itu merangkak naik sekitar Rp 50 \u2013 Rp 100 per hari hingga  melonjak sampai saat ini.&nbsp;Pengadaan kedelai di koperasipun juga  berkurang, biasanya Prikomti menyediakan 10 ton kedelai per hari, namun  sekarang 8-9 ton per hari.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Para <a href=\"http:\/\/www.sanantempe.com\/2014\/03\/15\/keripik-tempe-khas-malang-yang-terbaik-tetap-dari-sanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengusaha kripik<\/a> di Sanan tetap produksi meski penghasilannya  tak sebanyak biasanya. Alasan masih berjalannya produksi keripik tempe  di Sentra Industri Tempe Sanan karena hal tersebut merupakan mata  pencaharian mereka. Yudi Saifudin, Pegawai Pusat <a href=\"http:\/\/www.sanantempe.com\/2014\/03\/15\/keripik-tempe-khas-malang-yang-terbaik-tetap-dari-sanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Industri Keripik Tempe<\/a>  Hikmah mengatakan, \u201cdulunya produksi dalam sehari mencapai 60 kg, namun  sekarang hanya 30 kg kedelai\u201d. Kenaikan harga kedelai sebenarnya sudah  terjadi sejak awal Agustus 2013, Yudi mengaku kenaikan harga tersebut  sebenarnya tidak banyak, hanya 100-200 per kg. Namun kenaikan itu terus  berlanjut hingga melonjak Rp 9500 per kg. Biasanya, Hikmah menjual 1 dus  keripik tempe berisi 12 bungkus seharga Rp 70 ribu namun saat ini naik  menjadi Rp 80 ribu. Pendapatan para pegawai juga turut berkurang. \u201cKalau  kita mogok, kita juga rugi. Karena biasanya memiliki penghasilan, tapi  tidak kalau mogok. Kalau harga kedalai naik terus, ya sama-sama tidak  bisa bertahan,\u201d ujarnya.&nbsp;Disamping ahan baku utama untuk membuat keripik  tempe yang naik bahan baku lain untuk produksi keripik tempe juga  mengalami kenaikan. Seperti tepung, biasanya harga Rp 26 ribu per pack  sekarang menjadi Rp 29 ribu sedangkan Yudi membutuhkan 10 pack tepung  per hari. Kalau minyak goreng, biasanya Rp 130 ribu saat ini menjadi Rp  150 ribu.<br \/>Sedangkan untuk bumbu dari keripik tempe seperti bawang putih sudah naik  sejak kenaikan BBM lalu. Yudi menjelaskan, Hikmah biasanya melayani  pemesanan keripik tempe dari penjual lokal. Namun sejak sebulan lalu,  para penjual yang biasa kulakan di industri tersebut untuk sementara  waktu berhenti, karena harga keripik tempe meningkat. Biasanya Yudi juga  melayani pemesanan luar kota seperti, Surabaya, Kediri dan Jakarta.  Jika semua pemesanan dilayani biasanya produksi bisa mencapai satu  kwintal.<br \/>Dilain pihak, Nurul salah satu <a href=\"http:\/\/www.sanantempe.com\/2014\/03\/15\/keripik-tempe-khas-malang-yang-terbaik-tetap-dari-sanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">produsen keripik di sanan<\/a> mengungkapkan,  meski beberapa bahan baku tempe dan produk turunannya harganya naik,  produsen masih belum menaikkan harga tempe karena dikhawatirkan konsumen  akan meninggalkan makanan khas Malang tersebut. \u201cKami tak bisa  menaikkan harga. Untuk keripik tempe original harganya tetap Rp2.600 per  bungkus, yang aneka rasa Rp 2.800 per bungkusnya,\u201d kata salah seorang  produsen keripik tempe Sanan, Nurul. Sebagai langkah alternatif agar  tidak terlalu merugi, katanya, dirinya mengurangi jumlah produksi  keripik untuk meminimalkan biaya produksi. Jika sebelum ada kenaikan  harga kedelai, ia membeli satu balok tempe untuk empat kilogram keripik,  namun saat ini hanya bisa untuk memproduksi tiga kilogram keripik.<br \/>Umi, pemilik Industri Tempe Melati mengatakan bahwa dirinya tak  menaikkan harga jual meski harga kedelai terus meningkat. Namun, dia  mengaku dalam beberapa hari ini jika harga kedelai tetap naik atau tidak  ada perubahan harga, dirinya akan menaikkan harga jual keripiknya. Jadi  selama ini, ia hanya mengurangi keuntungan pribadi sedangkan untuk gaji  para pegawainya tetap<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Kesimpulan<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Melemahnya kurs rupiah kali ini sangat berdampak terhadap UKM  khususnya Usaha Keripik Sanan kota Malang yang mana usaha tersebut bahan  bakunya diimpor. Ketika nilai kurs rupiah rendah tentu saja  barang-barang yang diimpor dari luar negeri menjadi mahal harganya.  Harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan keripik tempe melonjak sampai  pada Rp 9300 per kg akibat melemahnya kurs rupiah tersebut. Dengan  meningkatnya bahan baku produksi produsen keripik tempe sanan  menghadapinya bermacam-macam. Ada yang tetap menjual sesuai harga semula  karena dikhawatirrkan tiidak laku jika menaikkan harga keripik, ada  yang menaikkan harga jual keripik karena tidak mau rugi walaupun dengan  resiko penjualannya berkurang, ada juga yang mengurangi ongkos produksi  untuk menghindari kerugian yang besar. Namun apapun strategi yang  dijalankan producen tersebut masih saja tidak dapat meningkatkan  pendapatannya, karena masalah pokok ongkos produksin yang meningkat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Di tengah krisis seperti ini&nbsp; Pemerintah seharusnya lebih  memperhatikan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang telah menjadi penopang  hidup masyarakat kebanyakan, karena kalau sampai sector UKM ini hancur  krisis yang semakin besarpun tidak mungkin terhindarkan. Permasalahan  utama usaha keripik Sanan kota Malang ialah masalah bahan baku yang  masih mengandalkan impor, maka dari itu pemerintah seharusnya memperkuat  produksi di dalam negeri khususnya yang bahan pokok sehingga usaha  kecil menengah tidak terlalu ketergantungan dengan &nbsp;luar negeri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">sumber : <a href=\"http:\/\/masimans.wordpress.com\/2014\/02\/08\/ketahanan-ukm-menghadapi-melemahnya-kurs\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/masimans.wordpress.com\/2014\/02\/08\/ketahanan-ukm-menghadapi-melemahnya-kurs\/ <\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>Pendahuluan Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM merupakan sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp200.000.000 tidak termasuk <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/2014\/04\/07\/ketahanan-usaha-keripik-tempe-sanan-kota-malang-dalam-menghadapi-melemahnya-kurs-rupiah\/\" title=\"Ketahanan Usaha Keripik Tempe Sanan Kota Malang dalam Menghadapi Melemahnya Kurs Rupiah\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":82,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-15","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/massdesain.my.id\/sanantempe\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}